taubat jalan menuju fitri

TAUBAT JALAN MENUJU FITRI

 

Manusia dilahirkan dalam keadaan fitri (suci dari dosa)

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ ، كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ ، هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ » ( رواه البخاري ومسلم )

 “ Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. Bersabda : setiap anak dilahirkan dalam keaadaan suci, kemudian kedua orang tuanya menjadikannya yahudi, nashrani atau majusi, sebagaimana hewan melahirkan hewan, apakah kamu malihat anaknya putus hidungnya (terlahir cacat) . (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

Kemudian manusia melakukan dosa karena tidak taat kepada Allah SWT.. dise babkan ia menuruti hawa nafsunya dan atau tergoda oleh syetan, meninggalkan perintah Allah SWT. Atau melanggar  larangan-Nya.

Apabila manusia ingin selamat dan bahagia dunia akhirat, maka ia harus bertaubat (membersihan dirinya dari dosa).

Dosa ada dua macam :

1.     Dosa haqqullah ( dosa yang langsung hubungannya dengan allah SWT).

2.     dosa haq adami ( dosa yang terkait dengan manusia) yang berarti juga  berdosa kepada Allah SWT.

 

Untuk bertaubat dari dosa yang pertama, yakni haqqullah , harus memenuhi 3 (tiga) rukun, yaitu :

 a. mengakui dosanya,

b. menyesali perbuatan dosanya, yani tidak akan mengulangi lagi.

c. memohon ampun kepada Allah SWT.

 Sedangkan bertaubat dari dosa haq adami, harus memenuhi 4 (empat) rukun, yaitu 3 (tiga) rukun tersebut di atas ditambah 1 (satu) lagi, yaitu meminta maaf (halal) kepada orang yang pernah dizhalimi.

  عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ لأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا ، فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ ، فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ »  (رواه البخاري – باب القصاص يوم القيامة )

 Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW. Bersabda : Barang siapa yang pernah melakukan kezhaliman kepada saudaranya (sesama manusia) maka hendaknya meminta halal kepadanya, karena  sesungguhnya disana (hari kiamat) tidak ada dinar dan dirham sebelum kebaikannya (orang yang melakukan kezhaliman) diberikan kepada orang yang pernah dizhalimi. Apabila ia (orang yang melakukan kezhaliman) tidak memiliki kebaikan, maka kejelekan (dosa) orang yang dizhalimi dibeikan kepadanya  (orang yang melakukan kezhaliman) (H.R. bukhari dalam bab qishash (pembalasan)

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ». قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ « إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ ». (رواه مسلم )

 Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW. Bersabda : tauhakah kamu apakah orang yang bangkrut itu ? para sahabat menjawab : orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta. Lalu Rasulullah bersabda : orang yang bangkrut dari ummatku adalah orang yang datang di hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, zakat. Tetapi ia mencaci maki ini (orang lain) menuduh itu (orang lain), memakan harta orang lain, membunuh orang lain, memukul orang lain, maka kebaikannya (pahalanya) diberikan kepada orang lain (yang pernah dizhalimi), Apabila kebaikan (pahalanya) sudah habis sementara belum terpenuhi, maka kejelekan (dosa-dosa) orang yang pernah dizhaimi diberikan (ditimpakan) kepadanya, kemudian ia dibuang ke neraka (H.R. Muslim)

 Semoga kita terhindar dari dosa, terutama dosa-dosa besar atau dapat melakukan taubat yang benar sehingga kita dapat ampunan Dari Allah SWT. Dan kita memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat . Amiin

 

Abdur Rohim Hasmi

Tentang FORUM STUDY ISLAM

kasih sayang
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s