KAIDAH WUJUH AL-MUKHATHABAT

BENTUK-BENTUK KHITHAB DALAM AL-QUR’AN

Menurut Al-Zarkasyi bantuk-bentuk khithab dalam al-Qur’an itu ada 33 sebagaimana dikutip oleh Khalid Abd. Al-Rahman al-‘Ak kemudian ia menmasukkan benruk-bentuk khithab ini sebagai kaidah tafsir[1]. Sedangkan menurut Al-Suyuthi ada 34 macam[2] . Penjelasannya sebagai berikut :

1.      Khithab ‘am (pembicaraan ditujukan kepada umum) dan yang dimaksudkan juga umum, khithab seperti ini banyak dalam al-Qur’an. Contoh

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ    (البقرة : 231)

“ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.(Q.S. al-Baqarah : 231)

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ (الروم : 40)

2.      Khithab khash (pembicaraan ditujukan kepada khusus) dan yang dimaksud juga khusus, contoh :

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ  (المائدة : 67)

Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. (Q.S al-Maidah  : 67)     yang dimaksud adalah Rasulullah

هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ (التوبة : 35)

“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (Q.S. al-Taubah : 35)   yang dimaksud adalah khusus orang-orang yang tidak menunaikan zakat

ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ  (الدخان : 49)

 “Rasakanlah, Sesungguhnya kamu orang yang Perkasa lagi mulia (Q.S. al-Dukhan : 49) yang dimaksud adalah khusus Abu Jahl ibn Hisyam

3.      Khithab khash tapi yang dimaksud umum. Contoh :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ (الطلاق : 1)

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu (Q.S al-Thalaq : 1)

Allah swt. Memulai khithab-Nya kepada Nabi (Muhammad). Dimulai dengan memanggil Nabi, tapi yang dimaksud adalah semua orang yag memiliki hak thalaq.

4.      Khithab ‘Am tapi yang dimaksud khusus, contoh.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ  (النساء : 1)

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu

Anak-anak dan orang gila tidak masuk dalam khithab ini.

5.      Khithab al-jins

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ (النساء : 1)

Yang dimaksud adalah semua jenis manusia.

6.      Khithab al-Nau’  (macam)

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ  (البقرة : 40)

Yang dimaksud Bani Israil adalah Bani Yaqub (keturunan Nabi Yaqub)

7.      Khithab al-‘ain (person)

وَقُلْنَا يَا آَدَمُ اسْكُنْ (البقرة : 35)      يا ابراهيم , يا موسى

8.      Khithab al-madh (pujian)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا    (المائدة : 1)

9.      Khithab al-dzamm  (celaan)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ  (التحريم : 7)

“Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi Balasan menurut apa yang kamu kerjakan.

10.  Khithab al-karamah (penghormatan)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ (الطلاق : 1)

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ  (المائدة : 67)

“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.

11.  Khithab al-ihanah (penghinaan)

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (الحجر : 34 و ص : 77 )

 

Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena Sesungguhnya kamu terkutuk,

 

 

 

12.  Khithab al-tahakkum (penghinaan yang berlebihan/menertawakan)

ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ (الدخان : 49)

 

Rasakanlah, Sesungguhnya kamu orang yang Perkasa lagi mulia[1379].

 

 

فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (الإنشقاق : 24)

 

Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih,

 

 

13.             Khithab al-jam’ dengan menggunakan mufrad (tunggal)

 

 

يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ  (الإنفطار : 6)

 

Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah.

Yang dimaksud adalah semua manusia

 

14.  Khithab mufrad dengan menggunakan jama’

 

Contoh (1)

 

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

 ………………….. فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حِينٍ (المؤمنون :51-54)

 

 Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. …………….. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.

 

Khithab ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. Tetapi menggunakan lafazh  يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ  yani jam padahal yang dimaksud adalah mufrad, yaitu nabi Muhammad saw. Terbukti ayat 54 perintah Allah  فَذَرْهُمْ menggunakan bentuk mufrad (tunggal)

 

Contoh (2)

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ  (النور :  22)

dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah,

 

Pada ayat ini yang dimaksud   È@ôÒxÿø9$# (#qä9’ré& adalah Abu Bakar

 

15.  Khithab mufrad dengan menggunakan tatsniyah.

أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ (ق : 24)

Allah berfirman :” lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,

 

 

Khithab ditujukan kepada malaikat Malik penjaga neraka

 

16.            Khithab untuk dua orang dengan menggunakan mufrad.

Contoh (1)

قَالَ فَمَنْ رَبُّكُمَا يَا مُوسَى (طه : 49)

“berkata Fir’aun: “Maka siapakah Tuhanmu berdua, Hai Musa?

Maksudnya juga Harun, jadi sama dengan : Hai Musa dan Harun

17.  Khithab jam’  setelah mufrad. contoh

وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآَنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ (يونس : 61)

“kamu tidak berada dalam suatu Keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.

Kata kerja yang ke tiga tbqè=yJ÷ès?  berbentuk jam’ setelah sebelumnya mufrad bqä3s?  dan (#qè=÷Gs? . Penyebutan denga jam’ ini mungkin untuk menunjukkan bahwa semua umatnya masuk, atau untuk menghormati, juga seperti dalam surat Yunus 87

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآَ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (يونس : 87)

 “dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan Jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”.

18.            Khithab untuk seseorang, tetapi yang dimaksud orang lain. Contoh :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا  (الأحزاب : 1)

“Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana,

فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ مِمَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ لَقَدْ جَاءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ  (يونس : 94)

“Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, Maka Tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.  (q.s Yunus : 94)

Khithab ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. Tetapi yang dimaksud adalah semua orang mukmin.

لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ   (  الأنبياء : 10 )

“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka Apakah kamu tiada memahaminya?   (Q.S. Al-Anbiya’ : 10)

Khithab ini dengan menggunakan redaksi umum, tetapi yang dimaksud adalah Nabi Muhammad saw.

19.            Khithab I’tibar (mengambil pelajaran). Contoh

فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ (الأعراف : 79)

“Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku Sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”.

Nabi Shaleh mengucapkan perkataan, sebagaimana diceritakan dalam ayat tersebut, pada waktu itu kaumnya sudah meninggal dunia (mati).

20.            Khithab kepada seseorang, lalu pindah kepada orang lain. contoh

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  (هود : 14)

 

14. jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu Maka ketahuilah, Sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu[713] Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, Maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?   (Q.S. Hud : 14)

Khithab kepada Nabi Muhammad saw. Nä3s9#qç7ŠÉftFó¡„oO©9Î*sù  kemudian pindah ke orang kafir. «!$#Nù=ÏèÎ/tA̓Ré&!$yJ¯Rr&(#þqßJn=÷æ$$sù

21.    Khithab talwin (perubahan). Tsa’labi menyebut ini al-mutalawwin dan oleh ahli ilmu ma’ani disebut al-iltifat, seperti dalam surat ath-Thalaq : 1

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا (الطلاق : 1)

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu Maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar)[1481] dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang[1482]. Itulah hukum-hukum Allah, Maka Sesungguhnya Dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. kamu tidak mengetahui barangkali Allah Mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru  (Q.S. Al-Thalaq : 1)

22.            Khithab kepada benda mati tapi yang dimaksud adalah orang yang berakal. Contoh

فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

“lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.(Q.S. Fushshilat : 11)

23.  Khithab memberikan motifasi

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

 

“dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.(Q.S. al-Maidah : 23)

Tidak memberikan  pengertian bahwa orang yang tidak bertawakkal tidak beriman, akan tetapi ayat ini adalah anjuran kepada mereka agar betawakkal

24. Khithab al-ighdhab (membuat marah)

أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

 

“Patutkah kamu mengambil Dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.”(Q.S. al-Kahf : 50)

25.            Khithab al-Tasyji’ wa al-Tahridh (khithab untuk mendorong keberanian dan menekankan), ya’ni mengnjurkan untuk berprilaku dengan sifat-sifat yang baik.

بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آَلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ

 

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda’(Q.S. Ali Imran : 125).

26.    Khithab al-Tanfir (menjauhkan)

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(Q.S. Al-Hujurt : 12)

27.    Khithab al-Tahannun wa al-isti’thaf (khithab belas kasihan)

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S. Al-Zumar : 53)

28.    Khithab al-Tahabbub (ungkapat cinta)

يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا

 

“Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?(Q.S. Maryam : 42)

29.  Khithab al-Ta’jiz (melemahkan)

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

 

“dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.(Q.S. Al-Baqarah : 23)

فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ

“Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.(Q.S. Al-Thur : 34)

قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

“Katakanlah: “Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar”.(Q.S. Ali Imran : 168)

30. Khithab Al-Tahsir wa al-Talahhuf (supaya merasa rugi dan menyesal)

قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

“Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.(Q.S. Ali Imran : 119)

31.  Khithab al-Takdzib (mendustakan)

قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

“Katakanlah: “(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), Maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah Dia jika kamu orang-orang yang benar”.(Q.S. Ali Imran : 93)

32. Khithab al-Tasyrif (mamulyakan)

Setiap khithab di dalam al-Qur’an yang menggunakan kata “qul” (katakanlah)   maka itu bararti memulyakan, karena itu menunjukkan bahwa Allah swt. berbicara tanpa perantara. Seperti awal surah al-ikhlash, almu’awwidzatain

33. Khithab al-Ma’dum (kepada yang tidak ada)

Hal ini dibenarkan, karena mengikuti kepada mereka yang ada, seperti contoh :

يَا بَنِي آَدَمَ

“Hai anak Adam, (Q.S Al-A’raf : 31)


[1] Khalid Abd. Al-Rahman al-‘Ak, Ushul al-Tafsir wa Qawa’iduh, (Damaskus, Dar al-Nafais, 1986), h. 168.

[2] Jalaluddin al-Suyuthi, al-Itqan fi ulum al-Qur’an,  Juz 1 h. 168.

Tentang FORUM STUDY ISLAM

kasih sayang
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s